Gelar Kirab Budaya Tradisi Nawu Sendang di Makam Raja Mataram

Senin Legi, 16 Maret 2020 08:36 WIB ∼ 187 Komentar (0)

Foto Berita

Ratusan warga memadati Komplek Makam Raja Mataram di Kotagede, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Minggu (15/3/2020) siang. Warga datang untuk mengikuti dan ngalap berkah tradisi Nawu Sendang Seliran yang digelar setahun sekali oleh para abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Menurut Pengageng Abdi Dalem Juru Kunci Makam Raja-raja Mataram Kotagede, Mas Bekel Hastono Sastro Purwanto, tradisi Nawu Sendang Seliran digelar setiap Minggu Wage, Bulan Rejeb, pada penanggalan Jawa. Sehingga ketika memasuki bulan Ramadan atau puasa, kondisi sendang sudah dalam keadaan bersih.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam tradisi Nawu Sendang Seliran tersebut, di antaranya kirab budaya Ambengan Ageng dari Balai Desa Jagalan menuju pelataran Masjid Agung di komplek Makam Raja-raja Mataram Kotagede.

Adapun iring-iringan kirab sendiri terdiri dari para abdi dalem juru kunci makam yang membawa alat-alat untuk melakukan prosesi nawu sendang. Dalam kirab ada dua gunungan dan dua jodang yang dibawa oleh beberapa abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta dan Keraton Kasunanan Surakarta. Selanjutnya ada limba bregodo keprajurian yakni, Ngeksigondo, Singosaren, Komunitas Agus, Rakso dan Abilowo. 

Gunungan yang dikirab berisi aneka makanan khas tradisional seperti Kipo, Kembang Waru, Yangko dan jajanan pasar lainnya. Sedangkan satu gunungan lagi berisi sayuran dan buah-buahan seperti terong, kacang panjang, cabai, wortel dan nanas. Sesampai di halaman masjid, semua uborampe kemudian diletakkan dan dilaksanakan beberapa prosesi, seperti penyerahan alat untuk menguras sendang, doa dan rayahan gunungan.

Mas Bekel Hastono Sastro Purwanto menambahkan, kirab budaya dalam tradisi nawu sendang dimulai sejak 2013 lalu. Dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar dan sebagai salah satu daya tarik wisata di Desa Jagalan. Seja 2017, kegoatan ini juga sudah mendapatkan support dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Sementara itu, membacakan sambutan tertulis Bupati Bantul, Kabid Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan Bantul, Slamet Pamuji, menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan tradisi nawu sendang yang sarat dengan makna. Kegiatan Nawu Sendang Seliran merupakan bentuk pelestarian budaya yang mengandung filosofi dan nilai-nilai luhur.

 

Sumber : https://bantul.sorot.co/berita-8724-link.html



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.

Puskesmas Banguntapan I

Puskesmas Banguntapan I

Ngipik, Baturetno, Banguntapan, Bantul
(0274) 383104

Puskesmas Banguntapan II

Puskesmas Banguntapan II

Krobokan, Tamanan, Banguntapan, Bantul
(0274) 7466879

Puskesmas Banguntapan III

Puskesmas Banguntapan III

Karangsari, Tegaltandan, Banguntapan, Bantul
(0274) 4544667

Komando Rayon Militer Banguntapan

Koramil / Komando Rayon Militer Banguntapan

Ngipik, Baturetno, Banguntapan, Bantul

Kepolisian Sektor Banguntapan

Polsek / Kepolisian Sektor Banguntapan

Jl. Wonosari, Banguntapan, Bantul
(0274) 414132

Kantor Urusan Agama Banguntapan

KUA / Kantor Urusan Agama Banguntapan

Karangturi, Baturetno, Banguntapan, Bantul
(0274) 384019